"Zur, kamu kurusan ya." kata Bu Tini tadi pagi pas aku bersalaman.
"Iyanih, Bu." jawabku.
Ya mungkin Bu Tini orang keberapa gitu ya yang bilang kalo aku kurusan. Ya mungkin emang bener kali ya aku kurusan. Tapi aku bingung apa yang bikin aku kelihatan kurus, padahal beratku kalo ditimbang itu ya mendekati ideal dengan tinggi badanku.
Aku, dan teman-temanku yang lain yang merasa dirinya kurus, punya ideologi yang sama, yaitu "pengen gemukan". Berbagai cara udah kami lakukan. Kami melakukan hal-hal yang berkebalikan dari orang-orang yang malah pengen kurusan. Tapi tetep dong ya sesuai dengan porsi.
Yang aku mau (dan teman-temanku yang sejenis denganku) memang berbeda dari orang-orang yang pengen kurusan. Kebanyakan orang yang merasa dirinya gemuk pengen kurus, yang kurus juga pengen gemuk dong, biar adil gituh.
Mama papaku sama sodara-sodaraku yang lain juga sering bilang gitu. "Kamu kurusan, tapi makin tinggi." ya itu-itu aja yang sering dikatakan kepadaku. Aku sampe bosen dengernya.
Terkadang aku bercandaan dengan temenku gini,
X : "Zur, caranya tinggi gimana sih?"
Aku : "Kalo caranya gemuk itu gimana?"
X : "Ya banyak makan lah"
Aku : "Udah, tapi cuma berpengaruh dikit, kalo udah mulai banyak tugas mulai tuh kurusan lagi"
X : "Ya itusih derita zur. Tapi gampang kok gemuk, yang susah itu ninggiin badan."
Aku : (jawab dengan hal konyol banget) "Gimana kalo kamu kasih dagingmu ke aku, terus nanti aku kasih tinggiku ke kamu, gimana?"
X : (malah ngeladenin bercandaan aku) "Yaudah ayok. Kita barter ya."
(dan percakapan koplak ini pun berakhir)
Mama pun sering bilang juga ke aku kayak gini,
Mama : "Mbak, kamu itu kalo awal semester keliatan gemuk, giliran udah tengah semester mulai kurus, ntar akhir semester tinggal tulang aja."
Aku : "Ya gimana. Aku juga nggak tau ma"
Mama : "Makanya jangan banyak pikiran terus mbak."
Aku : "Ya bukan manusia kalo nggak mikir ma."
Mama : "Maksud mama, tugas-tugas kamu jangan sampe buat kamu banyak pikiran."
Aku : "Ya ntar diusahain lah."
Mama : "Ya harus itu, kamu itu jangan kasih waktumu semuanya untuk mikirin tugas, mikirin orang lain, pikirin diri kamu dulu."
Aku : "Iya..."
(dan sebenernya masih panjang percakapan ini)
Yayaya, sebenernya banyak sih yang bilang kalo aku kurusan, dari jaman aku SMP banyak yang bilang gitu, terutama orang yang udah kenal aku dari lama. Sodara-sodaraku bilang, "kamu itu waktu kecil gemuk lho, ngegemesin, kok sekarang malah kurus ya." dan blablablabla yang lain yang menyatakan bahwa intinya aku kurusan. Aku sampe bosen dibilang kayak gitu. Ya aku harus gimana, aku pengen gemukan :|
"Iyanih, Bu." jawabku.
Ya mungkin Bu Tini orang keberapa gitu ya yang bilang kalo aku kurusan. Ya mungkin emang bener kali ya aku kurusan. Tapi aku bingung apa yang bikin aku kelihatan kurus, padahal beratku kalo ditimbang itu ya mendekati ideal dengan tinggi badanku.
Aku, dan teman-temanku yang lain yang merasa dirinya kurus, punya ideologi yang sama, yaitu "pengen gemukan". Berbagai cara udah kami lakukan. Kami melakukan hal-hal yang berkebalikan dari orang-orang yang malah pengen kurusan. Tapi tetep dong ya sesuai dengan porsi.
Yang aku mau (dan teman-temanku yang sejenis denganku) memang berbeda dari orang-orang yang pengen kurusan. Kebanyakan orang yang merasa dirinya gemuk pengen kurus, yang kurus juga pengen gemuk dong, biar adil gituh.
Mama papaku sama sodara-sodaraku yang lain juga sering bilang gitu. "Kamu kurusan, tapi makin tinggi." ya itu-itu aja yang sering dikatakan kepadaku. Aku sampe bosen dengernya.
Terkadang aku bercandaan dengan temenku gini,
X : "Zur, caranya tinggi gimana sih?"
Aku : "Kalo caranya gemuk itu gimana?"
X : "Ya banyak makan lah"
Aku : "Udah, tapi cuma berpengaruh dikit, kalo udah mulai banyak tugas mulai tuh kurusan lagi"
X : "Ya itusih derita zur. Tapi gampang kok gemuk, yang susah itu ninggiin badan."
Aku : (jawab dengan hal konyol banget) "Gimana kalo kamu kasih dagingmu ke aku, terus nanti aku kasih tinggiku ke kamu, gimana?"
X : (malah ngeladenin bercandaan aku) "Yaudah ayok. Kita barter ya."
(dan percakapan koplak ini pun berakhir)
Mama pun sering bilang juga ke aku kayak gini,
Mama : "Mbak, kamu itu kalo awal semester keliatan gemuk, giliran udah tengah semester mulai kurus, ntar akhir semester tinggal tulang aja."
Aku : "Ya gimana. Aku juga nggak tau ma"
Mama : "Makanya jangan banyak pikiran terus mbak."
Aku : "Ya bukan manusia kalo nggak mikir ma."
Mama : "Maksud mama, tugas-tugas kamu jangan sampe buat kamu banyak pikiran."
Aku : "Ya ntar diusahain lah."
Mama : "Ya harus itu, kamu itu jangan kasih waktumu semuanya untuk mikirin tugas, mikirin orang lain, pikirin diri kamu dulu."
Aku : "Iya..."
(dan sebenernya masih panjang percakapan ini)
Yayaya, sebenernya banyak sih yang bilang kalo aku kurusan, dari jaman aku SMP banyak yang bilang gitu, terutama orang yang udah kenal aku dari lama. Sodara-sodaraku bilang, "kamu itu waktu kecil gemuk lho, ngegemesin, kok sekarang malah kurus ya." dan blablablabla yang lain yang menyatakan bahwa intinya aku kurusan. Aku sampe bosen dibilang kayak gitu. Ya aku harus gimana, aku pengen gemukan :|
No comments:
Post a Comment